Pascabanjir di Desa Gegelang, BPBD Kesulitan Turunkan Alat Berat | Bali Tribune
Diposting : 22 April 2024 09:41
AGS - Bali Tribune
Bali Tribune / BANJIR - warga dan petugas usai banjir dan longsor di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem.

balitribune.co.id | AmlapuraBanjir serta tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Kalang Anyar, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem, Jumat (19/4) dini hari. Material lumpur dan bebatuan besar yang datang dari hulu Sungai Taluh Gendang, mengahantam bangunan gudang sekaligus tempat usaha pertukaan kayu milik  I Wayan Darma, orang tua salah seorang wartawan yang bertugas di Karangasem.

Akibatnya gudang tersebut ambruk, dan sebagian barang di dalam gudang, seperti belasan mesin kayu berukuran kecil, hanyut terbawa banjir. TIdak hanya itu kayu siap kirim dan barang furnitur pesanan warga juga sebagian hanyut. Sementara tiga unit sepeda motor juga tertimbun material longsoran, namun berhasil diselamatkan. Warga di lokasi kejadian menyebutkan, memang sebelumnya terjadi hujan yang sangat lebat sepanjang Kamis malam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun demikian kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Selain itu akses jalan di wilayah ini juga terputus oleh terjangan banjir dan sementara waktu tidak bisa dilewati kendaraan. Warga berharap pemerintah bisa segera memperbaiki aksea jalan yang terputus oleh banjir dan longsor fersebut sebab ada belasan kepala keluarga yang terisolir.

Pascabencana banjir dan longsor tersebut, petugas gabungan dari BPBD Karangasem, TNI dan anggota dari keepolisian telah berupaya untuk melakukan penanganan, namun hal tersebut tidak membuahkan hasil maksimal, karena membutuhkan alat berat. Penanganan saat itu dilakukan hanya sebatas agak akses jalan yang hanyut dan tertimbun lumpur material longsoran bisa dilalui pejalan kaki, karena penanganan membutuhkan alat berat.

“Kemarin kita coba terjunkan alat berat ke lokasi longsor, namun oprator alat berat saat itu mengaku tidak berani karena kondisi tanah di lokasi yang sangat labil, jadi sangat beresiko bagi keselamatan,” ujar I Made Soko Wijaya, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Karangasem, kepada Bali Tribune, Minggu (21/4).

Saat ini pihaknya telah berkoordinasi untuk segera melakukan penanganan setelah lumpur mengering sehingga alay berat bisa diturunkan ke lokasi.