Diposting : 27 July 2019 18:01
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ BUKA – Plt Kadispora Bali Made Rentin saat membuka kejuaraan pencak silat internasional di GOR Lila Bhuana Denpasar, Jumat (26/7).
balitribune.co.id | Denpasar - Kejuaraan pencak silat skala internasional bertajuk Bali International Championship I yang digelar di GOR Lila Bhuana Denpasar, 26 – 28 Juli 2019 melibatkan 1.470 pesilat putra DAN putri. Kejuaraan itu sendiri dibuka Plt Kadispora Bali, Made Rentin mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster.
 
Menurut Ketua Panitia, Romy Ardiansyah, kejuaraan tersebut bekerja sama dengan Sayap Rajawali, Tapak Suci Bali dan IPSI Bali. Para peserta, disebutkannya, selain peserta dari Indonesia, juga diikuti pesilat dari dua negara diluar Indonesia yakni Malaysia dan Singapura. Malaysia mengirimkan 10 pesilat putra putri, dan Singapura menurunkan 49 pesilat putra putri. Total untuk peserta dari Indonesia datang dari 10 provinsi.
 
“Sudah banyak event yang kami helat di Indonesia seperti di Yogyakarta juga dalam bentuk championship, Tugu Muda Championship, Bandung Lautan Api Championship dan terakhir Malang Championship I,” kata Romy Ardiansyah usai pembukaan Jumat (26/7).
 
Event ini diakuinya untuk memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi para peserta untuk merasakan pengalaman bertanding, dan kesempatan menguji prestasinya ke jenjang pertandingan selanjutnya.
 
Menurut dia kejuaraan tersebut akan dilaksanakan secara berkala guna selalu mengenalkan dan mempopulerkan pencak silat kepada khalayak ramai. Dengan harapan tidak kalah dengan beladiri import.
 
“Kami bertekad kejuaraan ini akan berjalan lebih baik dari event yang telah ada, agar tercipta bibit-bibit berbakat yang memiliki prestasi dunia. Kami berharap semua insan pencak silat bisa berpartisipasi dalam rangka meramaikan dan membudayakan pencak silat sebagai warisan luhur budaya bangsa,” harap Romy Ardiansyah.
 
Sementara peserta dari Indonesia, yang ambil bagian yakni tuan rumah Bali, Provinsi NTT, NTB, Jateng, Jatim, Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat.
 
Di lain pihak, Made Rentin menambahkan, jika Bali memang selalu welcome dengan event apapun. Bali memang tepat untuk event skala nasional maupun internasional. Dan ini bagian dari sport tourism. (u)